si jerawat

September 2, 2008 § 4 Comments

jerawat ini termasuk salah satu benda yang suka banget nempel-nempel sama saya. udah saya usir, masih aja dateng lagi. bayangkan, sudah mulai nempel-nempel dari kelas 1smp, sampai skarang masih tak kunjung melepaskan diri. hihi. naksir sama saya kali ya?

 

untuk menanggulangi sahabat para wanita yang satu ini, saya udah dateng ke bermacem-macem dokter. mulai dari yang di jakarta, sampai di singapur, yang kenalan papa, sampai yang suaminya temennya mama. berhubung saya orangnya tidak telaten, alhasil sia-sia obat-obat yang diberikan berbagai macam dokter ini. habisnya, obatnya buanyak si. sabun cuci muka, moisturizer, foundation, obat jerawat, obat pagi, obat malem, obat petang. cape juga saya pakenya. hehehe. emang dasar males aja sayanya.

 

saat ini, saya bersyukur banget atas ketidaktelatenan saya itu karena sebenarnya, jerawat-jerawat itu memang sebaiknya tidak dihilangkan dengan obat-obat yang merupakan kumpulan berbagai zat kimia itu. belakangan ini saya facial ke tempat facial ~yaiyalahya~ dan pastinya dipencetin deh satu-satu jerawat yang bergelimpangan di muka saya. udah 3 kali difacial, katanya jerawatnya habis. nanti kalau saya balik ke Jakarta, diminta buat kontrol-kontrol lagi, jadi kalau ada jerawatnya tentunya dipencet-pencetin lagi. hm. saat ini, facial adalah perawatan yang paling tepat dibanding dengan kunjungan-kunjungan saya di masa lalu ke berbagai macam dokter.

 

cici yang suka facialin saya cerita sama saya, kalau ternyata obat-obat dari dokter itu sebenarnya tidak baik. selain terdiri dari zat-zat kimia yang tidak baik untuk kulit wajah yang sensitif, obat-obat yang diberikan dokter kulit itu memendam jerawat kita ke dalam kulit kita dan mengelupaskan kulit terluar kita sehingga jerawat yang awalnya muncul di permukaan kulit akan menghilang ~yang sebenarnya terpendam di dalam kulit kita~ dan kulit akan menjadi lebih mulus karena kulit terluar kita yang paling kasar itu terkelupas. proses seperti ini akan mengakibatkan peradangan di dalam kulit kita, yang menyebabkan bakteri-bakteri jerawat menyebar melalui pori-pori kulit ke bagian-bagian muka yang lainnya. jegeeerrr .. kaget banget waktu itu diceritain seperti itu. cuma memang bener si, dulu pake obat jerawat, jadi ketergantungan. kalo dihentikan sebentar saja, pasti jerawat mulai bertumbuhan lagi. sedangkan, kalau kita facial, jerawat-jerawat itu diangkat semua sehingga bakteri jerawat tidak bisa menyebar kemana-mana. untuk facial-facialan ini, selain perlu pengorbanan besar menahan rasa sakit ~tau kan rasa sakitnya difacial~ juga harus mengurangi ~halusnya dari tidak boleh~ mengonsumsi makanan yang asam dan juga kuning telur ~tapi saya suka diam-diam makan kuning telur. habis enak sih~ . sekarang, saya kan udah sering facial dan perawatan sehingga jerawat yang tumbuh saat ini menjadi jauh lebih sedikit. cuma, saya jadi harus berkorban waktu di malam hari untuk perawatan (maskerannya yang lama). tapi, smuanya itu terbayar kok. o iya, sekarang saya kalo cuci muka sudah tidak pernah pakai sabun lagi loh, katanya zat kimianya juga tidak bagus untuk kulit muka kita. jadi, cuci muka cuma pake air. praktis kan?

 

nah, skarang saya lagi nunggu ini, katanya si satu taun bisa bersih mukanya, melihat pengalaman anaknya temen mama saya yang mukanya skarang udah mulus. hem. menunggu 1 tahun? kalau demi diri sendiri, kenapa enggak? =)

Advertisements

Where Am I?

You are currently browsing the beauty category at Mademoiselle's.