saya sebenernya punya niat yang super besar dalam menghadapi semester3 saya. niat supaya nilainya bisa lebih bagus dari nilai semester 1 dan 2 saya yang paling jelek dibandingin temen-temen deket saya. nah, sekarang saya dihadapai satu masalah besar dalam dunia perkuliahan saya, yaitu kombinasi prokom (proses komputasi) + matlab (matriks laboratory). saya lagi bingung, sebenarnya saya yang bodoh, saya yang kurang usaha, atau pelajarannya memang susah? bukannya saya gak mau berusaha, tapi usaha saya tampak begitu sia-sia.
orang bilang, belajar matlab harus langsung dipraktikkan, tapi kalau apa yang mau ditulis aja saya gak tau, lantas apa yang harus saya praktikkan? saya merasa, pelajaran prokom ini jauh berbeda dengan pelajaran-pelajaran lainnya. di mata kuliah lain, saya merasa dididik dari nol, diberi ilmu sedikit demi sedikit, dihadapkan pada persoalan-persoalan dari yang mudah sampai yang sulit. tapi di pelajaran prokom satu ini, kok rasanya belum apa-apa sudah harus mau gak mau dipaksakan menghadapi dan menyelesaikan persoalan yang sulit ~mungkin berasanya gampang banget buat mereka yang emang tiap hari pacaran sama komputer~.
saya bener-bener bingung, saya gak pernah males buat belajar matlab. tapi saya belum bisa mendapatkan pikiran mendasar dari aplikasi ini, saya cuma bisa mengerti kenapa begini, kenapa begitu. bukan menggunakannya dari nol sampai ada isi-isinya. saya sudah mencoba sedikit demi sedikit untuk belajar. tapi gimana ya, rasanya setiap kali belajar yang ada bukannya semangat dan pengharapan akan mendapat nilai yang bagus, tapi munculnya kenyataan-kenyataan baru yang bicara sama saya bahwa saya semakin ketinggalan jauh. kalau memang ini adalah hal yang mudah, saya bener-bener pengen tau, syapa si yang dalam sekejap ~yang emang gak akrab sama aplikasi-aplikasi komputer~ bisa langsung handal dan fasih menggunakan matlab ini? kalau ada, saya ngaku deh kalau saya emang bodoh.
pernah gak sih kita berpikir, apa bayi bisa langsung berjalan tanpa merangkak terlebih dahulu? apa orang dewasa bisa langsung diceburin ke kolam renang 3meter tanpa pernah belajar berenang? apa bisa kalau kita diminta untuk menjemput adik di sekolah tapi sebelumnya tidak pernah latihan membawa mobil? saya rasa segala pembelajaran dalam kehidupan ini membutuhkan suatu proses, bukan langsung pada akhir dari proses itu.
hmm. saya sangat mengharapkan tanggapan-tanggapan dari teman-teman sekalian yang setuju maupun yang mempunyai pikiran bertolak belakang dengan saya.
yah. tapi mau dikeluhkan juga tidak akan ada gunanya. biar bagaimanapun, yang berwenang kan yang selalu menang =)